Beberapa Panduan Ketika Berkunjung di Galeri Nasional

Selama tanggal 2-30 Agusus 2016 di Gedung Galeri Nasional, Jakarta Pusat diadakan pameran 28 lukisan koleksi istana negara yang bertajuk “Goresan Juang Kemerdekaan”. Dimana dalam pameran ini dibuka dari jam 09.00-20.00 WIB, dan gratis tanpa dipungut biaya selama kurun waktu terselenggaranya pameran tersebut.

Karena itu ada baiknya bagi para pengunjung pameran ini untuk memperhatikan hal-hal berikut dari persiapan hingga di dalam galeri nya.

Transportasi

Dalam hal transportasi menuju ke Galeri Nasional, anda dapat menggunakan angkutan umum semisal TransJakarta yang sebaiknya turun di halte stasius gambir. Sebab gedungnya persis berada di seberang Gambir.

Aturan masuk ke ruang pameran

Walaupun mauknya gratis alias tidak dipungut biaya sepeserpun bukan berarti anda bisa bebas semaunya di dalam ruangan pameran karena ada beberapa peraturan cukup ketat yang diberlakukan bagi seluruh pengunjung galeri nasional ini.

Salah satinya adalah larangan membawa makanan maupun minuman ke dalam ruangan pamean, membawa tongsis bahkan benda tajam yang bisa menggores atau merusak lukisan serta tidak boleh mengambil lukisan secara close up untuk menghindari pemalsuan lukisan.

Jalur pameran

Bagi siapapun yang mendatangi Galeri Nasional selama event pameran Goresan Juang Kemerdekaan akan mendapati tiga tema utama dalam perjalanan berkeliling di tempat ini. Dimana tema yang paling awal merupakan potret para tokong yang sangat penting dalam masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Selanjutnya setelah tema pertama selesai, anda bakal masuk ke ruangan yang bertema kondisi sosial yang dialami masyarakat waktu jaman revolusi, yang berisi maksa sarat akan kritik sosial sekaligus kisah pilu masa revolusi waktu itu.

goresan juang kemerdekaan

Kemudian lebih maju ke depan lagi akan tiba ke ruangan dengan tema yang ketiga yakni kenusantaraan, dimana pada ruangan ini anda bisa menikmati banyak lukisan yang menggambarkan kekayaan alam Indonesia termasuk sumber daya manusianya.

Ternyata setelah menyelesaikan etape 3 tema ruangan diatas masih ada 1 lagi pameran foto berkenaan dengan 71 tahun kemerdekaan NKRI yang mana panitia nampaknya sengaja tak memberikan penjelasan agar para pengunjung diberikan kebebasan dalam mengartikan deretan foto tersebut.

Terdapat pemandu

Panitia pameran lukisan goresan juang kemerdekaan ini juga menyediakan 8 orang pemandu yang akan membantu pengunjung mendapatkan informasi terkait ragam lukisan yang dipamerkan disana. Maka dari itu sebaiknya gunakan kesempatan tersebut untuk bertanya kepada mereka seputar lukisan yang dipajang dengan kisah menarik dibaliknya.

Selain itu terdapat juga tur yang dilakukan oleh kurator pameran dimana hanya ada setiap hari Minggu jam 10.00 hingga 13.00 WIB.

Adanya augmented reality

Bagi anda yang datang ke pameran ini juga akan disuguhi dengan teknologi bernama Augmented Reality (AR) yang menggunakan pindai dari kamera hp dengan aplikasi khusus yang diunduh dari Google Play Store.

Setelah melakukan pendaftaran dengan alamat email, langsung bisa digunakan untuk memanfaatkan teknologi ini untuk memindari sebanyak kurang lebih 9 lukisan yang berda di halaman kiri gedung Galeri.

Canggihnya, setelah dipindai dengan menggunakan kamera handphone maka anda bisa melihat penjelasan yang rinci tentang poster lukisan yang dipindai tersebut. Karena yang dipindai hanya ada 9 poster lukisan, maka lukisan lain yang berada di dalam ruang pameran tidak boleh dipindai sesuai aturan yang berlaku.

Fasilitas umum di Galeri Nasional

Bagi anda yang berkunjung ke suatu tempat umum pastinya merasa senang jika memiliki fasilitas umum seperti toilet atau mushola yang bersih dan memadai. Nah di dalam pameran ini anda pun mendapatkan fasilitas berupa toilet, mushola serta galeri yang menjajakan aneka souvenir khas pameran.

Jadi tunggu apalagi, kapan lagi bisa menikmati pameran 28 lukisan koleksi istana negara ini kalau bukan sekarang.