Revisit! Kembali ke Galeri Nasional untuk Lihat Lukisan Bagus

senandung ibu pertiwi

Setahun lalu, saya sempat menulis mengenai pameran lukisan koleksi istana kepresidenan RI yang diselenggarakan di gedung Galeri Nasional Indonesia. Nah, pada kesempatan ini saya juga ingin kembali menulis mengenai event serupa yang merupakan sambungan dari kesuksesan pameran tahun lalu, bisa baca disini.

Sebagai informasi, event pagelaran lukisan koleksi istana presiden ini cukup langka, jadi sebaiknya dimanfaatkan terutama bagi mereka yang sangat mencintai dunia seni seperti saya sendiri.

Oke lanjut ya, event tahun ini diselenggarakan sekaligus untuk memperingati HUT kemerdekaan RI ke 72 yang dibuat oleh Kementrian Sekretariat Negara (Kemensetneg) karena melihat antusias masyarakat Indonesia cukup tinggi terhadap event ini sebelumnya.

Mengenai tema sendiri, pada tahun ini mengusung tema “Senandung Ibu Pertiwi” yag bermakna dan menceritakan tentang tanah air sebagai tempat lahir dan berkarya bagi anak bangsa. Maka tidak heran ada sekitar 48 buah lukisan yang ditampilkan pada pameran ini.

Karya yang ditampilkan didominasi oleh para pelukis asli Indonesia, seperti Raden Saleh, Basoeki Abdullah dll serta ada sedikit dari karya luar yang selama ini ada di istana kepresidenan.

Maka itu mendatangi event kali ini tentu saja membuka kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menikmati lukisan-lukisan yang semula hanya bisa dinikmati oleh mereka yang bisa mengakses masuk istana negara.

Pameran ini resmi dibuka pada tanggal 2 Agustus 2017 dan akan berakhir pada 30 Agustus 2017, mulai jam 10.00 – 20.00 WIB. Seperti tahun lalu, datang ke acara ini tidak dipungut biaya, namun Anda perlu dafatkan diri dahulu dan mengikuti peraturan yang berlaku.

Jadi masih ada waktu beberapa hari bagi Anda yang tertarik untuk datang dan memanfaatkan momen yang langka ini.

Tema lukisan yang hadir

gedung galnas

Seperti yang ditampilkan tahun sebelumnya, ada beberapa tema kecil yang diusung dalam pagelaran event ini yakni tema “Keragaman Alam”, “Dinamika Keseharian”, “Tradisi dan Identitas”.

Yang mana dalam tema pertama ada beberapa lukisan yang dipajang diantaranya “Harimau minum” sebagai salah satu karya Raden Saleh, selain karya beliau lainnya yang lebih terkenal “Penangkapan Diponegoro”

Sedangkan untuk tema kedua, terdapat salah satu karya pelukis luar negeri bernama Rudolf Bonnet dengan karyanya yang berjudul “ Bekerja di sawah di Bali” yang dibuat diatas kanvas berukuran 50×70 cm dengan menggunakan cat minyak.

Selanjutnya di tema yang ketiga terdapat lukisan berjudul “Wanita Jogja” buah karyanya Trubus Sudarsono yang dilukis diatas kanvas 109×89 cm.

Cukup banyak penikmat karya seni yang mengerumuni hasil lukisan pelukis Basoeki Abdoellah yang beberapa memang dipajang disana antara lain berjudul “Gatotkaca dengan para anak Arjuna”, “Jika Tuhan murka”, “Nyai Roro Kidul”, dan “Pergiwa-Pergiwati”.

Antusias dari masyarakat

Dari pantauan yang saya lihat selama sudah mengunjungi event ini memang terlihat antrean yang cukup panjang di area pendaftaran masuk yang terletak pada bagian gedung sebelah kiri, dan bai mereka yang mengenakan topi, jaket maupun tas perlu dititipkan di bagian penitipan. Selain itu bagi mereka yang masuk ke ruang pameran tidak diperkenankan membawa alat tulis apapun karena dikhawatirkan terjadi vandalisme atau aksi mencoret yang tidak bertanggungjawab.

Bagi mereka yang akan memasuki ruangan, tangannya akan dicap dengan stempel merah sebagai tanda jika sudah melakukan pendaftaran masuk.

Selain itu pengawasan dari petugas keamanan juga cukup ketat, karena terdapat alat pendeteksi logam yang jika berbunyi mereka akan sigap memeriksa tubuh pengunjung Galeri Nasional Indonesia ini. Wajar saja sih, karena mengingat lukisan-lukisan tersebut merupakan aset berharga dari istana negara maka perlu dipastikan keamanan nya.

Namun, ada hal yang menarik dari sini karena dari beberapa pengunjung pameran galeri seni lukisan tersebut tidak semuanya datang untuk menikmati koleksi lukisan, ada juga sebagian terutama anak-anak muda yang melewatkannya dengan foto selfie di depan koleksi lukisan yang dipajang.

Walau demikian, mengingat momen pameran ini cukup langka karena sangat jarang sekali istana kepresidenan memamerkan koleksi lukisannya ke umum maka sangat disarankan bagi Anda yang tertarik untuk segera datang mengunjungi Gedung Galeri Nasional ini, mumpung masih ada waktu untuk datang dan Gratis lagi hehe..